Sentence Structure

Pada post sebelumnya kita telah membahas tentang sentence atau kalimat. Salah satu syarat pembentukan kalimat adalah harus memiliki pola subject-verb (S-V). Sekarang kita akan membahas lebih detail mengenai pola kalimat ini.
Sebenarnya pola kalimat dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tidaklah terlalu berbeda. Dalam Bahasa Indonesia kita mengenal pola Subjek-Predikat-Objek-Keterangan (SPOK). Namun dalam Bahasa Inggris, syarat utama pembentukan sebuah kalimat cukup hanya dengan memiliki subjek dan verb (S-V). Terkadang sebuah kalimat juga bisa dilengkapi dengan pelengkap atau complement sehingga polanya menjadi S-V-C. Pada kali ini, kita hanya akan fokus membahas dua pola pokok kalimat, yaitu subjek dan verb.

A. Subject
Subject adalah pelaku atau fokus utama pada sebuah kalimat. Terkadang, subject juga disebut sebagai pokok atau kepala kalimat. Pada umumnya subject diletakkan pada awal kalimat sebelum kata kerja (S-V). Namun, pada beberapa kasus verb bisa mendahului subject (V-S) seperti pada kalimat inversi atau inverted sentence (akan dibahas kemudian).
Pertanyaan paling mendasar adalah “Apa yang bisa menjadi sebuah subject pada kalimat?” Well, diantara semua kelas kata atau lexical categories (noun, pronoun, verb, adjective, adverb, conjunction, preposition, interjection), yang bisa menjadi subject hanyalah NOUN (termasuk turunannya, yaitu pronoun). Perhatikan kalimat di bawah ini:

  • Beautiful is not everything.

  • Study English is my hobby.

  • Me and her like shopping in the mall.

Ketiga kalimat di atas adalah contoh kalimat yang salah karena subject pada kalimat tersebut bukanlah sebuah kata benda atau noun.

1. Beautiful is not everything.


Pada kalimat ini, beautiful menempati posisi subject (awal kalimat). Akan tetapi, beautiful bukanlah subject dan tidak akan pernah bisa menjadi subject karena pada dasarnya beautifulnya bukan noun melainkan adjective atau kata sifat. Agar bisa menjadi subject, kita harus mengubah kelas kata beautiful dari adjective menjadi noun, yaitu Beauty. Jadi kalimat yang benar adalah Beauty is not everything.

2. Study English is my hobby.


Yang menempati posisi subject pada kalimat ini adalah Study. Akan tetapi study tidak bisa berfungsi sebagai subjeck karena kelas katanya bukanlah noun, melainkan verb atau kata kerja. Agar bisa menjadi subject, kita harus mengubah study menjadi kata benda dengan cara menambahkan akhiran -ing setelah kata kerja dasarnya. Mengubah kata kerja menjadi kata benda dikenal dengan istilah Gerund. Jadi, kalimat yang betul adalah Studying English is my hobby.

3. Me and her like shopping in the mall.


Me dan her menempati posisi subject pada kalimat di atas. Meskipun keduanya termasuk dalam kelas kata noun, tapi kedua kata tersebut tidak bisa dijadikan sebagai subject karena berfungsi sebagai kata ganti objek atau objective pronoun. Maka, untuk menjadikannya subject kita harus mengganti kedua objective pronoun tersebut menjadi subjective pronoun, yaitu “I” untuk “me” dan “She” untuk “her”. Contohnya, I and she like shopping in the mall.

Anak kalimat yang berfungsi sebagai noun atau noun clause juga bisa menjadi subject kalimat. Contohnya, What makes me happy is you. Pada kalimat ini, What makes me happy merupakan anak kalimat yang sekaligus berfungsi sebagai subject untuk kata kerja “is”. Jika anak kalimat berfungsi sebagai subjek, kata kerja yang digunakan adalah kata kerja tunggal (is, was, V1+s/es, has, does).

B. Verb
Verb yang dimaksud di sini bukanlah yang termasuk kelas kata kerja. Meskipun kelas kata kerja juga bisa berfungsi sebagai verb dalam kalimat. Jika kita berbicara individu sebuah kata maka kita merujuk pada kelas katanya, seperti books (noun), smart (adjective), very (adverb), on (preposition), etc. Namun, jika kita berbicara fungsi pada kalimat maka kita merujuk pada pola kalimat yaitu subject, verb, atau complement. Jadi, pada bagian ini kita akan membahas verb sebagai fungsi pada sebuah kalimat, bukan kelas kata.
Kata kerja adalah sebuah tindakan yang dilakukan oleh subject. Contoh:
  • I made the cage by myself.
  • She goes to the party with Elsa.
  • They read the book that they bought.
  • I want to sleep early.
Pada kalimat pertama, ‘made’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘I’. Made merupakan bentuk lampau (V2) dari kata kerja dasar ‘Make’. Selanjutnya, ‘goes’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘She’. ‘Goes’ merupakan kata kerja tunggal (V+s/es) yang memiliki bentuk dasar ‘Go’. ‘Goes’ digunakan karena subject pada kalimat tersebut merupakan orang ketiga tunggal, yaitu ‘She’ (pembahasan lebih lanjut menyusul). Pada kalimat ke-tiga, ‘read’ merupakan kata kerja dari subject ‘They’ sedangkan ‘bought’ merupakan kata kerja untuk subject ‘they’ pada anak kalimat. Yang terakhir, ‘want’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘I’. ‘Sleep’ pada dasarnya berasal dari kelas kata kerja, namun pada kalimat di atas ‘sleep’ tidak berfungsi sebagai kata kerja, melainkan complement dari kata kerja ‘want’.
Ingat!! Tidak semua kata kerja berupa tindakan atau kegiatan. Kata kerja juga dapat berfungsi untuk menghubungkan subject dengan modifiernya atau kata yang menjelaskan/menyifati subject. Kata kerja yang termasuk dalam kategori ini disebut ‘To Be” dan “Linking Verb”. Contoh:
  • She is beautiful.
  • The soup tastes delicious.
  • He looks smart.
  • I am bored.
  • My fat
    her is a teacher.
Pada kalimat pertama, ‘is’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘She’. ‘Is’ berfungsi untuk menghubungkan subject ‘She’ dengan adjective ‘beautiful’. Dalam Bahasa Indonesia, kita mengatakan, “Dia cantik.” Kalau diterjemahkan maka akan menjadi “She beautiful”, namun kita tidak bisa mengatakan demikian karena kalimat itu tidak dilengkapi dengan kata kerja. Tanpa kata kerja kalimatnya pasti salah. Karena kalimat ini tidak mengandung kata kerja berupa tindakan atau kegiatan, maka kita menggunakan “To Be” untuk melengkapi kalimatnya. Penjelasan lebih lanjut mengenai “To Be” dan kata kerja bantu (auxiliary verbs) lainnya akan dimuat pada post yang akan datang.
Pada kalimat kedua, ‘tastes’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘The soup’. ‘Taste” merupakan kata kerja murni tapi memiliki peran yang sama dengan “To Be”. Kata kerja jenis ini disebut ‘Linking Verb’. Yang termasuk dalam linking verb diantaranya look (terlihat), sound (terdengar), seem (tampak), etc.
Pada kalimat ke-4, ‘am’ merupakan kata kerja dari subject ‘I’. ‘Am’ berfungsi untuk menghubungkan subject ‘I’ dengan adjective ‘bored’. Next, pada kalimat terakhir, ‘is’ berfungsi sebagai kata kerja untuk subject ‘My father’.’Is’ berfungsi untuk menghubungkan subject ‘My father’ dengan pelengkap ‘a teacher’.

Bagaimana guys? Bisa dipahami kan? Kalau ada pertanyaan silahkan ditulis di bawah ini ya.

0 Reviews

Write a Review