Perbedaan “Listen” dan “Hear”

Image result for listen and hear
Halo guys! Selamat datang kembali di Pondok Linguishtic. Kali ini kita akan membahas tentang perbedaan kata “Listen” dan “Hear”. Pasti masih banyak diantara kita yang bingung membedakan arti dan penggunaan kedua kata tersebut. Bahkan, ada yang beranggapan jika kedua kata ini memiliki makna dan penggunaan yang sama. Well, anggapan ini tidak sepenuhnya salah karena memang makna kedua kata ini sangat mirip. Yuk, kita bahas lebih lanjut.
Pada dasarnya kedua kata ini berarti mendengarkan. Namun, ada sedikit perbedaan diantara keduanya, baik dari sisi makna maupun penggunaan. Dari sisi makna, Hear berarti mendengarkan secara umum. Kita dapat mendengarkan segala macam bunyi yang frequensinya dapat tertangkap oleh indera pendengaran kita. Namun, apakah kita dapat mendengarkan secara seksama semua bunyi yang terdengar? Tentu tidak. Bayangkan kita berada di sebuah pasar tradisional yang sangat ramai. Suasananya pasti sangat bising akibat transaksi yang dilakukan oleh para penjual dengan para pembeli. Dapat kita mendengarkan semua percakapan itu dengan jelas? Tentunya tidak kan? Karena pada saat itu kita hanya sebatas mendengar tanpa menyimak. Jadi, meskipun suasananya bising, kita tetap tidak dapat menangkap secara detail isi dari percakapan itu. Berbeda halnya jika kita berbicara langsung dengan penjual. Kita dengan mudah dapat mendengar dan mencerna apa yang dikatakan oleh si penjual meskipun suara bising di sekitar pasar masih terdengar. Proses mendengarkan dan menyimak suara yang terdengar itulah yang dimaksud dengan Listening. So, pada dasarnya Listening merupakan suatu kegiatan mendengar yang lebih spesifik dari Hear.
Contoh lainnya adalah pada saat kita belajar di kelas, kita mendengarkan apa yang diucapkan oleh guru. Beberapa siswa mungkin hanya sebatas Hearing atau mendengar apa yang disampaikan guru tanpa menyimak isinya. Bahkan teman yang tidurpun masih bisa hearing penjelasan guru. Namun, bagi siswa yang benar-benar fokus dengan penjelasan guru, dia tidak hanya sekedar mendengarkan, tapi juga menyimak secara seksama apa yang disampaikan oleh gurunya tersebut. Proses inilah yang dimaksud Listening. Intinya, semua orang yang tidak mengalami gangguan pendengaran bisa mendengarkan (hearing) tapi tidak semuanya bisa menyimak (listening). Bagaimana dengan mendengarkan musik? Hearing music atau listening to music? Well, pada dasarnya kita mendengarkan  musik untuk menikmati alunan nadanya atau mencermati isi lirik lagu tersebut. Jadi, dalam mendengarkan musik kita turut melakukan kegiatan menyimak. Oleh karena itu, mendengarkan music lebih tepat menggunakan listening to daripada hearing.
Dari sisi penggunaan, perbedaan keduanya sangat mencolok. Hearing merupakan kata kerja transitive atau kata kerja yang memerlukan objek, sedangkan listening merupakan kata kerja intransitive atau kata kerja yang tidak memerlukan objek. Listening selalu diikuti oleh preposisi “TO” sebelum kata benda. Perhatikan contoh kalimat berikut ini:
  • I can hear your voice from distance.
  • I have told you many times, but you never listen to me.
  • Please, listen to the audio carefully!
  • Can you hear me? I’ve called you many times.

Sekian pembahasan untuk kali ini ya. Jika ada pertanyaan, silahkan komen di bawah ini ya. Selamat belajar!

0 Reviews

Write a Review