PARTS OF SPEECH – KUNCI SUKSES IELTS, TOEFL, DAN SEGALA JENIS TES BAHASA INGGRIS


Parts of Speech

Seperti bahasa-bahasa lainnya, sebuah kalimat dalam Bahasa Inggris juga berasal dari bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut sebagai Parts of Speech. Part of Speech ini membagi kata-kata yang ada dalam Bahasa Inggris menjadi beberapa bagian yang lebih kecil yang memiliki fungsi berbeda dalam sebuah kalimat (syntactical functions). Semua kata dalam Bahasa Inggris adalah anggota dari Part of Speech yang juga disebut sebagai word classes, dan secara garis besar dibagi menjadi dua kategori besar yakni:

1. Content Words (Major word classes), dan
2. Function Words (Other word classes).

Content Words

Secara sederhana, content words dapat dipahami sebagai kata yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kalimat. Kata-kata ini adalah perbendaharaan kata (vocabulary) yang masuk di kamus dan dapat digolongkan menjadi:
1. Noun2. Verb3. Adjective4. Adverb


1. Noun
Noun (kata benda) adalah semua kata yang mengacu kepada entitas baik berupa benda (thing), orang (person), maupun gagasan (idea). Noun ini sendiri masih dibagi berdasarkan beberapa kriteria tersendiri, misalnya:

Countable dan Uncountable
a. Countable Noun (benda yang dapat dihitung)
Countable Noun mengacu kepada segala jenis benda yang dapat dihitung persatuan, misalnya: book, student, laptop, dsb. Countable Noun ini sendiri masih dapat dibagi lagi berdasarkan jumlah menjadi:

-Singular Noun yaitu benda yang berjumlah satu (dan biasanya wajib menggunakan article a/an dalam penyebutannya). Seperti a book, an article, dsb. Penyebutan singular countable Noun tanpa menggunakan article biasanya dianggap sebagai sebuah grammatical error (kesalahan gramatikal) sehingga:
Kita seharusnya menyebutkan I have a book dan bukan I have book.

-Plural Noun yaitu benda yang berjumlah lebih dari satu (dan biasanya ditandai dengan penambahan inflection “s” di belakangnya seperti: books, articles, dsb. Berbeda dengan singular countable Noun, plural countable Noun tidak harus (dan tidak boleh) disebutkan dengan article a/an, sehingga:
Kita tidak perlu menggunakan article a/an
I have books (sudah benar)
atau kita dapat menggunakan quantifier yang menjelaskan benda yang berjumlah banyak tersebut
I have many books / I have two books (sudah benar)

b. Uncountable Noun (benda yang tidak dapat dihitung)

Benda yang dimaksud disini adalah benda yang tidak dapat dihitung per satuan namun biasanya harus dihitung dengan menggunakan satuan pengukuran, misalnya water, air, sugar, dsb.
Mar
i kita ambil water sebagai contoh.
Kita tidak dapat mengatakan I have a water, karena uncountable Noun tidak dianggap benda yang berjumlah satu dan penyebutannya tidak bisa menggunakan article.
Namun kita bisa mengatakan I have much water atau I have two gallons of water dimana kata “much dan two gallons of” menjadi quantifier bagi Noun “water”.

2. VERB
Verb menjelaskan apa yang dilakukan oleh seseorang/sebuah benda (action), sebuah kejadian (event), atau sebuah keadaan (situation). Verb dalam Bahasa Inggris sangat terikat dengan aturan mengenai Tense (waktu) dan Aspect (ciri internal sebuah verb).
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai verb, silahkan baca materi sebelumnya disini:

MATERI VERB BAHASA INGGRIS

3. ADJECTIVE
Adjective adalah kata yang befungsi mendeskripsikan sebuah benda dan memberikan keterangan tambahan mengenai benda tersebut. Dari sini, dapat kita tarik beberapa peraturan mengenai penggunaan adjective:

a. Adjective selalu bergandengan dengan Noun dan bersama membentuk sebuah frasa benda (Noun Phrase) dimana Noun menjadi “head” nya, sehingga:

b. Adjective tidak dapat berdiri sendiri tanpa Noun
c. Adjective dapat dibentuk dengan tiga cara yakni menggunakan:

-Kelas kata adjective seperti beautiful, smart, dsb.
-Present Participle/Gerund (Verb ing)
-Past Participle (Verb 3)

3a. Gerund sebagai Adjective
Gerund berfungsi sebagai modifier dimana ia merubah satu kelas kata menjadi kelas kata lain. Dalam kasus Gerund sebagai Adjective, biasanya ia merubah sebuah kata dari kelas Verb menjadi sebuah adjective, misalnya:
Kata frighten (V) yang artinya menakuti jika dalam bentuk Gerund menjadi frightening (Adj) yang artinya menakuti. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini:
-The man with pirate costume really frightens me, dimana kata “frightens” menjadi Verb yang berarti menakuti
bandingkan dengan
-She has a frightening story about spooky house, dimana “frightening” menjadi Adjective yang artinya menakutkan.

Catatan: Penggunaan gerund sebagai sebagai Verb (continuous) atau Adjective dibedakan oleh to be, dimana gerund verb menggunakan to be dan adjective tidak, misalnya:

The plane having a trouble with the machine is being repaired and is supposed to take off at 8.
Ada 2 gerund di kalimat tersebut yang berfungsi sebagai Verb dan Adjective, dan dibedakan oleh penggunaan to be.

Catatan: Penggunaa gerund sebagai adjective digunakan dalam kalimat berbentuk active voice. sedangkan V3 sebagai adjective digunakan dalam kalimat berbentuk passive voice.

3b. Past Participle sebagai Adjective
Adjective juga dapat dibentuk dari Past Participle jika kalimatnya dalam bentuk passive voice, seperti:
stolen book (a book which is/was stolen)
The state principle designed by the founding fathers is still used up to now (a principle which is designed by the founding fathers)
Jika melihat contoh diatas, kata stolen dan designed berfungsi sebagai Adjective yang menjelaskan book dan principle, meski sebenarnya berasal dari Verb steal dan design.

4. Adverb
Adverb adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan Verb, Adjective, atau Adverb itu sendiri. Adverb ada yang berbentuk regular/beraturan (yang biasanya terdapat -ly di belakang seperti carefully, frantically, dsb) dan irregular/tidak beraturan (seperti fast, hard, dsb).
Penggunaan Adverb dapat berada di belakang maupun di tengah (diantara Subject dan Verb), contohnya:
I work really hard (S+V+Adv+Adv)
I frantically run home (S+Adv+V)

Function Words

Function words adalah semua kata yang berhubungan dengan grammar. Jika sobat dapat membuat sebuah kalimat, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah kata apa saja yang dibutuhkan untuk menyusun kalimat (content words) dan kata apa saja yang dibutuhkan untuk merangkai content words kata per kata, frasa per frasa, klausa per klausa, atau satu kalimat dengan kalimat yang lain tersebut (function words). Misal: Saya ingin membuat satu kalimat dimana saya ingin menjelaskan bahwa saya memiliki buku dan pulpen, maka saya akan menggunakan content words: I, have, pen, book.Namun kata ini belum menjadi kalimat, kecuali saya menggabungkannya dengan function words dalam bentuk article “a” dan conjunction “and”, sehingga menjadi: I have a book and a pen

1. Pronoun
Pronoun (kata ganti) adalah kata ganti yang digunakan untuk menggantikan Noun yang sudah disebutkan sehingga sebuah benda tidak harus disebutkan berulang-ulang.
Misal:
I have an apple.
Jika tidak menggunakan Pronoun, saya harus mengulang kata apple pada kalimat
The apple is fresh
Namun jika saya menggunakan Pronoun untuk menggantikan apple, saya bisa mengucapkannya sebagai
It is fresh

Pronoun dibagi menjadi beberapa tipe , diantaranya:

Nominative/Subjective
Accusative/Objective
Possessive
Reflexive

I
Me
Mine
Myself
You
You
Yours
Yourself
They
Them
Theirs
Themselves
We
Us
Ours
Ourselves

He
Him
His
Himself
She
Her
Hers
Herself
It
It
Its
Itself




Catatan: Perbedaan Your dan Yours
Mungkin sobat bertanya-tanya lalu bagaimana dengan My, Your, Their, Our, His, Her, dan Its? Apakah ini bukan Possesive? Jawabannya adalah: Iya. But don’t get it wrong. Possessive dapat dibagi menjadi beberapa jenis tergantung fungsinya dalam sebuah kalimat. Untuk contoh yang simpel, coba perhatikan kalimat berikut.
I have an apple.
Jika diurai per kata, maka seharusnya menjadi:
I (Noun) have (Verb) an (Determiner) apple (Noun)
Ada dua Noun, yang memiliki dua case berbeda (Nominative case dan Accusative Case) sehingga mereka juga menjalankan fungsi yang berbeda dalam kalimat sebagai sebuah Subject dan Sebuah Object.

Hal ini s
ama persis dengan kasus Possessive, dimana Your menjadi sebuah  Possessive Determiner untuk menjelaskan sebuah Noun (silahkan me-refer ulasan tentang Determiner dibawah) seperti pada kalimat
This is my book
dimana my menjadi Possessive Determiner yang menjelaskan kata “book”. So,
My book=A book that belongs to me.
Sedangkan pada case yours, kata yours berfungsi layaknya sebuah Pronoun (yang mengacu ke Noun). Ini lah alasan mengapa anda tidak bisa mengatakan:
Yours book is good
Karena Pronoun dan Noun tidak dapat digabungkan, kecuali mereka dipisahkan oleh Preposition atau Conjunction, seperti pada kasus.
A friend of mine
Perhatikan bahwa Preposisi of berada diantara Noun dan Pronoun.
Untuk keterangan lebih jelas silahkan cek di:
oxforddictionaries.com

2. Preposition
Preposition adalah kata yang biasanya terletak di depan Noun dan Pronoun menunjukkan hubungan antara Noun dan Pronoun dalam sebuah kalimat seperti at, in, of, for, about, before, dsb. Ada beberapa kombinasi yang mungkin dibuat dengan preposition, misalnya:
Prep+N
Prep+Adj+N/NP
Prep+Pronoun
Prep+Gerund

Preposition ini biasanya juga digunakan untuk:
Menunjukkan lokasi, seperti pada I am a student from the Radcliffe College.
Menunjukkan waktu berlangsungnya sesuatu seperti pada I am free on weekend
atau menunjukkan bagaimana sebuah hal dilakukan seperti pada I go to school by taking a bus

The Perks of Being a Preposition
Preposition ini terkadang membuat kita tidak habis pikir, karena beberapa hal seperti:
a. Dia tidak memiliki makna
atau lebih tepatnya, tidak memiliki satu makna yang pasti. Misal, Preposition by dapat diartikan sebagai
Dengan seperti pada I go to school by taking the bus
Disamping seperti pada Put the garbage by the postbox
sehingga kita harus memahami maksud sebuah kalimat secara keseluruhan untuk mengetahui apa yang dimaksud oleh sebuah Preposition.
b. Preposition digunakan pada Phrasal Verb yang maknanya sedikit idiomatic, dan oleh karenanya dapat berada di akhir kalimat (cukup membingungkan untuk non-native speakers, termasuk saya), misalnya:
I can help you with a lot of things, so if there’s anything I can help you with, you let me know.

3. Conjunction
Conjunction adalah kata yang digunakan untuk menggabungkan frasa, klausa, atau kalimat. Ada dua jenis Conjunction yakni:
Coordinating Conjunction dan Subordinative

Coordinating Conjunction digunakan untuk menjelaskan hubungan yang setara (kedua bagian sama-sama penting) seperti
I have a book and a pencil (begitu juga dengan or, dan but)

Subordinative Conjunction digunakan untuk menjelaskan hubungan main dan subordinate clause seperti
I will just wait here until she gets home (begitu juga dengan because, for, since, dsb).

4. Determiner
Determiner adalah kata yang memperkenalkan sebuah Noun, dan dapat dibagi menjadi dua fungsi yakni:
Reference (fungsi menunjuk) seperti  this, that, these, those, there, dan here. Perhatikan bahwa penggunaan determiner ini bergantung pada jumlah sebuah benda. Misal:
Ketika benda berjumlah banyak, maka anda harus menggunakan these dan those, bukan this dan that.
Quantifier (fungsi menghitung) seperti many, much, few, a lot, several, some, a little, dsb. Perhatikan bahwa penggunaan quantifier ini bergantung apakah benda ybs termasuk countable Noun atau uncountable Noun, misal:
many, few, dan several digunakan untuk countable Noun
much dan a little digunakan untuk uncountable Noun
a lot dan some dapat digunakan baik untuk countable Noun maupun uncountable Noun, seperti pada:
I have some books, dimana book adalah countable Noun dan
I need some sugar, dimana sugar adalah uncountable Noun.

Lalu apa hubungan Parts of Speech dengan pengerjaan TOEFL, IELTS atau tes Bahasa Inggris lainnya? Kita akan membahas ini di tulisan selanjutnya, karena Post ini sudah sangat panjang dan menguras pikiran.


NB: If I mistakenly explain anything here or if you have any other ideas, please share it on comment section.
If you think the article is helpful enough, you may want to share it to the world.

Have fun

-Ross

0 Reviews

Write a Review