Part of Speech

Halo guys! Selamat datang kembali di Easy Inggris. Pada post kali ini kita akan membahas tentang Part of Speech atau sering juga disebut Lexical Categories. Dalam bahasa Indonesia kita mengenalnya dengan istilah Kelas Kata. Well, apa yang dimaksud dengan part of speech? Ada yang bisa jawab?
Part of speech adalah kumpulan / kelompok kata yang menjadi dasar dalam pembentukan kalimat dalam Bahasa Inggris. Untuk memudahkan kita dalam mempelajari kalimat secara lebih mendalam, maka kita wajib mempelajari tentang part of speech ini dulu. So, here we go.
Dalam Bahasa Inggris, kita mengenal 8 kelas kata / part of speech, yaitu Noun (kata benda), Pronoun (kata ganti), Verb (kata kerja), Adjective (kata sifat), Adverb (kata keterangan), Preposition (kata depan), Conjunction (kata penghubung), serta Interjection (kata seru). So, mari kita masing-masing part of speech ini secara lebih detail.

A. Noun (Kata Benda)
Noun adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengidentifikasi atau menamai manusia, tempat, dan hal-hal lainnya. Jadi, apapun yang memiliki nama pasti termasuk noun, baik yang bisa dilihat (book, car, flag, man etc.) maupun yang tidak (happiness, wind, dream, feeling, etc.). Noun dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian sebagai berikut:
1. Proper noun / kata benda khusus
Proper noun merupakan kata benda khusus yang berupa nama dari orang, tempat, merk barang, organisasi dan sebagainya. Dalam penulisan, proper noun wajib ditulis kapital pada huruf pertamanya. Yang termasuk dalam kateogri ini adalah seperti Andy, Indonesia, Adidas, the United Nations, Bobby, Garuda Indonesia, Jalan Pateh Kota, dsb.
2. Abstract noun / kata benda abstrak
Abstract noun merupakan kata benda yang bersifat abstrak atau tidak dapat dilihat, seperti wind, happiness, loneliness, health, feeling, idea, theory, soul, god, angle, dsb.
3. Conrete noun / kata benda konkrit
Concrete noun adalah kata benda yang bersifat konkrit atau dapat dilihat keberadaannya. Contohnya adalah book, plane, house, person, car, glass, dsb.
4. Collective noun / kata benda kolektif
Collective noun adalah kata benda yang bersifat kolektif atau banyak, seperti team, group, family, police, committee, country, etc.
5. Countable noun / kata benda yang dapat dihitung
Countable noun adalah kata benda yang bisa dihitung secara satuan, seperti book (a book, books), car (a car, cars), table (a table, tables) dan banyak lagi. Kata benda yang jumlahnya tunggal tidak dapat digunakan secara independen tanpa article (a/an/the) atau possession (kepemilikan). Contoh: – I have book. (salah)
  • I have books. (benar)
  • I have a book. (benar)
  • It is my book. (benar)
6. Uncountable noun / kata benda yang tidak dapat dihitung
Uncountable noun merupakan kebalikan dari countable noun. Jadi, uncountable noun merupakan kata benda yang tidak dihitung secara satuan, seperti wind (kita tidak bisa mengatakan sebuah angin, atau beberapa angin), water, air, sand, etc. Uncountable noun hanya bisa diukur menggunakan quantifier seperti some, a glass of, a spoon of, a lot of, a piece of, etc. Contohnya:
  • I need a water. (salah)
  • I need waters. (salah)
  • I need a glass of water. (benar)
  • I need some water. (benar)

B. Pronoun (Kata Ganti)

Pronoun merupakan kata yang menggantikan noun. Jadi, pada dasarnya pronoun merupakan kata benda. Kita menggunakan pronoun untuk menghindari penyebutan nama benda secara berulang-ulang. Pronoun terbagi kedalam beberapa fungsi, seperti pronoun yang berfungsi sebagai personal pronoun, baik sebagai subject (subjective pronoun) maupun object (objective pronoun), possessive adjective, possessive pronoun, reflexive pronoun, demonstrative pronoun, dan indefinite pronoun.
1. Personal Pronoun (Kata ganti diri)
Personal pronoun merupakan kata ganti diri yang bisa berfungsi sebagai subject maupun object pada sebuah kalimat. Pronoun yang berfungsi sebagai subject terbagi kedalam 3 bagian, yaitu kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, dan kata ganti orang ketiga.
a. Kata ganti orang pertama adalah kata ganti yang melibatkan pembicara, yaitu I (tunggal) dan we (jamak).
b. Kata ganti orang kedua merupakan kata ganti orang yang menjadi lawan bicara kita, yaitu you (tunggal) atau you (jamak).
c. Kata ganti orang ketiga adalah kata ganti orang yang dibicarakan oleh pihak pertama dan kedua, yaitu she, he, it (tunggal) dan they (jamak).
Pronoun yang berfungsi sebagai object adalah me, us, him, her, it, them, dan you.
2. Possessive adjective
Possessive adjective adalah kata ganti untuk menyatakan milik dengan cara menyebutkan bendanya yang dimilikinya seperti my, our, your, her, his, its, dan their. Contoh my book (buku saya), his mother (ibunya), our teacher (guru kami), dan their house (rumah mereka).
3. Possessive pronoun
Possessive pronoun juga digunakan untuk menyatakan kepemilikan, namun tanpa menyebut benda yang dimiliki karena masing-masing pembicara sudah saling mengerti tentang benda yang dimaksud. Yang termasuk dalam possessive pronoun adalah mine, ours, yours, hers, his, its, dan theirs. Contoh, This book is mine.
4. Reflexive pronoun
Reflexive pronoun merupakan kata ganti yang merefleksikan subject atau object. Yang termasuk dalam reflexive pronoun adalah myself, ourselves, yourself (tunggal), yourselves (jamak), himself, herself, itself, dan themselves. Contoh:
– I did the homework by myself.
– We need to do everything by ourselves.
5. Demonstratif pronoun
Demonstrative pronoun merupakan kata ganti yang berarti “Ini” atau “Itu”. Untuk menunjuk pada benda yang dekat, kita menggunakan ‘This’ jika bendanya tunggal dan ‘These’ jika bendanya jamak. Perhatikan contoh di bawah ini:
– This is my book. (only one book)
– These are my books. (more than one book)
Sementara itu, untuk menunjuk benda yang letaknya agak jauh kita menggunakan ‘That’ jika bendanya tunggal dan ‘Those’ jika bendanya jamak. Contoh:
– That is my boy. (only one boy)
– Those are my boys. (more than one boy)

6. Indefinite pronoun
Indefinite pronoun merupakan kata ganti yang bersifat umum atau tidak menunjuk pada benda tertentu. Yang termasuk dalam kategori ini adalah someone (seseorang), somebody (seseorang), something (sesuatu), everyone (setiap orang), everybody (setiap orang), everything (segala sesuatu), anyone (seseorang), anybody (seseorang), anything (sesuatu), nobody (tiada seorang pun), no one (tiada seorang pun), dan nothing (tidak ada apa-apa). Contoh:
– Someone took my handphone.
– I have nothing to say.
– No one is bigger than the club.

C. Verb (Kata Kerja)

Verb merupakan bagian pokok dalam pembentukan sebuah kalimat. Tanpa verb, sebuah kalimat pasti salah. Umumnya kita membagi verb kedalam dua macam, yaitu ordinary verb dan auxiliary verb. Berikut penjelasan keduanya.
1. Ordinary verb
Ordinary verb merupakan kata kerja murni yang biasanya berupa tindakan atau kegiatan. Ordinary verb terbagi ke dalam 3 kategori sebagai berikut:
a. Transitive verb
Transitive verb merupakan kata kerja yang membutuhkan objek. Tanpa object kalimat yang dibentuk tidak akan sempurna maknanya. Yang termasuk transitive verb adalah eat, read, play, see, dan banyak lagi. Contoh:
– I eat a lot of bread.
– She reads a mystery novel.
– You can see so many people from the top.
b. Intransitive verb
Intransitive verb adalah kebalikan dari transitive verb. Intransitive verb tidak memerlukan object seperti walk, run, cry, think, etc. Contoh:
– The turtle walks so slowly.
– The cheetah can run so fast.
– I am thinking about you.
Ket* Beberapa kata kerja bisa melakukan keduanya (membutuhkan object dan tidak)
c. Linking verb
Linking verb adalah kata kerja murni yang memiliki peran yang hampir sama dengan To Be. Contohnya taste, sound, become, smell, look, etc. Linking verb selalu diikuti oleh adjective atau adverb of manner.
– The soup taste too salty.
– Your idea sounds amazing.
– You look smart.
2. Auxiliary verb
Auxiliary verb dikenal jufa sebagai kata kerja bantu. Ada 4 macam auxiliary verb yaitu To Be, To Do, To Have, dan Modal. Berikut penjelasannya.
a. To Be
To Be merupakan kata kerja yang terdiri dari is, am, are (present),  was, were (past), be (V1) dan Been (V3). Ada tiga fungsi to be, yaitu:
i. Penghubung subject dengan complementnya
– She is beautiful.
– My father is a policeman.
ii. Membentuk kalimat pasif (to be + V3)
– The wallet was stolen in the library yesterday.
– The flight has been canceled by the airline company.
Bagian ini akan dibahas lebih detail pada post-post yang akan datang.
iii. Menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung (continous tense)
– I was sleeping when he came.
– He is reading a novel.
b. To Do
To Do merupakan kata kerja bantu yang terdiri atas do, does (present) dan did (past). To Do digunakan untuk membantu kalimat yang mengandung ordinary verb dalam hal:
i. Menegaskan arti kata kerja
– I love you. (saya mencintaimu)
– I do love you. (saya benar-benar mencintaimu)
ii. Membentuk kalimat negative
– She likes a cat. (+)
She doesn’t like a cat. (-)
– They do their homework. (+)
They don’t do their homework. (-)
iii. Membentuk kalimat tanya
– Does she like a cat?
– Do they do their homework?
Ket* Kata kerja ordinary yang sudah dibantu menggunakan To Do harus kembali ke bentuk dasar (V1). Contoh:
– I went to the office yesterday. (went = V2)
I didn’t go to the office yesterday. (go = V1)
c. To Have
To Have digunakan untuk membentuk perfect tense, menyatakan kegiatan yang telah dilakukan. To Have terdiri atas has, have (present) dan had (past). To Have memiliki arti telah atau sudah, bukannya memiliki atau makan (ordinary verb). To Have wajib bertemu / berpasangan dengan kata kerja V3 (past participle). Contoh:
– I have had my breakfast. (saya sudah sarapan pagi)
– They haven’t done their assignment. (mereka belum mengerjakan tugas mereka).
Bagian ini akan dibahas lebih lanjut pada materi Tenses.
d. Modal
Modal merupakan kata kerja bantu yang terdiri dari will (akan), can (bisa), may (bisa), shall (akan), should (seharusnya) dan must (harus, pasti). Modal wajib bertemu dengan kata kerja murni (V1). Contohnya:
– The teacher will come to our class tomorrow.
– I cannot understand what the speaker has said.
– You must leave now.
– She should be here now.
– You may go now.
Berikut ini merupakan bentuk lampau (V2) dari modal-modal di atas:
i. will = would
– The teacher would come to our class if we made a noise in the class.
ii. can = could
– I couldn’t understand what he said.
iii. may = might
– You might go if you wanted to.

iv. should = should have

– She should have been here yesterday.
v. must = had to (harus) atau must have (pasti)
– You had to leave now.
– You must have been sick yesterday.
Selain bentuk modal di atas, kita juga mengenal phrasal modal. Namun, tidak semua modal memiliki phrasal modal. Berikut adalah phrasal modal:
i. Will = be going to
– The teacher is going to come to our class tomorrow.
ii. Can = be able to
– I am not able to understand what the speaker has said.
iii. Must = have to
– You have to leave now.

D. Adverb (Kata Keterangan)
Adverb adalah kata keterangan yang bisa menerangkan kata kerja, kata sifat, adverb yang lain, dan seluruh kalimat. Adverb hanya berperan sebagai pelengkap pada sebuah kalimat. Penggunaan adverb akan semakin melengkapi makna kalimat. Contohnya:
– She walks.
She walks so slowly.
Beberapa macam adverb yang sering kita jumpai adalah sebagai berikut:
1. Adverb of manner
Adverb of manner adalah adverb yang menjelaskan cara. Pada umumnya, adverb jenis ini berfungsi untuk menjelaskan kata kerja. Adverb of manner dibentuk dari adjective yang ditambahkan akhiran –ly yang biasanya diartikan ‘dengan’ atau ‘secara’. Contohnya beautiful = beautifully, slow = slowly, happy = happily, etc. Namun, ada beberapa adverb yang memiliki bentuk yang sama dengan adjectivenya seperti late, fast, early, dan hard. Beberapa adverb juga memiliki bentuk yang tidak beraturan seperti good = well.
– She runs fast. (not fastly)
– I am coming late. (not lately).
– I did it very well (not goodly).
2. Adverb of time
Adverb of time adalah kata keterangan yang menjelaskan waktu seperti today, yesterday, the following day, the next day, tomorrow, next week, last week, 2 weeks ago, last year, next year, at 2 p.m, in the morning, in the afternoon, in the night, in Christmas, in Lebaran day, etc.
3. Adverb of place
Adverb of place adalah kata keterangan yang menyatakan tempat. Pada umumnya, adverb of manner terbentuk dari kata benda yang didahului oleh preposisi atau kata depan in, at, on, beside, in front of, behind, beyond, under, below, over, beneath, above, within, to, onto, into, inside, toward, against, around, between, among, from, nearby, etc.
4. Adverb of frequency
Adverb of frequency menyatakan keseringan atau frekuensi dilakukannya sebuah kegiatan atau tindakan. Kata-kata yang digunakan adalah seperti always, often, usually, sometimes, seldom, rarely, barely, hardly, scarcely, hardly ever, never.
5. Interrogative adverb
Interrogative adverb adalah penggunaan kata tanya dalam interrogative sentence. Bagian ini akan dibahas lebih detail pada post selanjutnya.

E. Adjective (Kata Sifat)

Adjective adalah kata sifat yang berfungsi untuk menerangkan noun atau kata benda. Oleh karena itu, adjective sering juga disebut ‘modifier’ atau penjelas. Pada umumnya, adjective bisa diletakkan dalam 3 posisi yaitu sebagai berikut:
1. Diletakkan sebelum kata benda
Sebuah adjective dapat diletakkan sebelum kata benda yang dijelaskannya. Ketika adjective berada pada posisi ini, maka yang terbentuk ‘noun phrase’ atau kata benda majemuk. Contohnya:
– She is a very beautiful girl.

He is a patient staff.

2. Diletakkan setelah Auxiliary verb ‘To Be’
Adjective juga dapat diletakkan setelah ‘to be’ untuk menjelaskan atau menyifati subjek kalimat.
– He is very emosional
– We are happy with the result. 
3. Diletakkan setelah ‘Linking Verb’
Seperti dijelaskan sebelumnya, linking verb adalah kata kerja ordinary yang memiliki fungsi unik dari jenis kata kerja lainnya. Hal ini disebabkan karena linking verb berfungsi untuk menghubungkan subjek dengan kata sifat, layaknya ‘to be’. Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
– The fried noodle tastes delicious.
– The idea sounds interesting
Selain jenis kata sifat yang telah disebutkan diatas, kata sifat juga bisa berbentuk kata kerja participle yaitu Ving dan V3, seperti interested, interesting, bored, boring, satisfied, satisfying, disappointed, disappointing, confused, confusing, amazed, amazing, surprised, surprising, exicted, exciting, exhausted, exhausting, frightened, frightening, ect. V-ing merupakan sifat yang dimiliki oleh seseorang atau benda, sedangkan V3 adalah perasaan atau suasana yang menggambarkan perasaan oleh orang atau binatang terhadap suatu benda. Contohnya:
– It is a confusing problem. Now, I am very confused to solve it.
– The show is very interesting. The audience are interested.

F. Preposition (Kata Depan)

Preposition berasal dari kata ‘pre’ (sebelum) dan ‘position’ (posisi). Prepotition adalah kata yang diletakkan sebelum noun atau pronoun. Jadi, preposition haruslah berpasangan dengan kata benda atau pronoun dan tidak boleh berpasangan dengan kelas kata yang lainnya. Namun, Ving bisa diletakkan setelah preposition karena pada dasarnya kata kerja Ving adalah kata kerja yang telah berubah bentuk menjadi kata benda. Kata benda yang diletakkan setelah preposisi disebut ‘Object of Preposition’. Contoh dan pembahasan preposition telah dibahas sebelumnya pada pembahasan Adverb of place. Berikut disajikan beberapa contoh preposition yang berpasangan dengan noun, adjective, dan verb.

G. Conjunction (Kata Penghubung)

Conjunction berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, kata majemuk dengan kata maj
emuk atau frasa, serta kalimat dengan kalimat. Conjunction terbagi atas dua jenis, yaitu:
1. Coordinate conjunction
Coordinate conjunction adalah kata penghubung yang berfungsi untuk menguhubungkan kata, frasa, atau kalimat yang setara. Coordinate conjunction yang menghubungkan beberapa kalimat akan membentuk kalimat majemuk setara (compound sentence) seperti yang telah dibahas pada Chapter I. Adapun coordinate conjunction yang perlu kita ketahui adalah FANBOYS (for, and, nor, but, or, yet, so).
– I have a pen, a pencil, and an eraser in my bag.
– I didn’t come yesterday, for it rained. 
2. Subordinate conjunction
Subordinate conjunction adalah kata penghubung yang menghubungkan beberapa kalimat yang tidak setara. Kalimat yang diikuti oleh subordinate conjunction akan membentuk anak kalimat (sub-clause). Anak kalimat ini hanya memiliki makna yang jelas setelah digabungkan dengan induk kalimat (main clause). Pembahasan tentang subordinate conjunction juga telah dibahas sebelumnya pada post Types of sentence.
– I am proud of him on what he has done.
– We don’t know who takes the key.

H. Interjection (Kata Seru)

Interjection adalah kata seru yang mengekspresikan emosi seperti kaget, kagum, takjub, dan sebagainya. Biasanya interjection digunakan dalam berbicara dan dalam bentuk tertulis biasanya diakhiri dengan tanda seru (!).

  • Ouch!  
  • Hey!
  • Wow!
  • Oh!
  • Hi!
  • Well!
  • Ugh!
  • Great!
  • Uh oh!
  • OMG!
Sekian ya untuk post kali ini. Kalau ada pertanyaan silahkan coret di bawah ini ya. Good luck!

0 Reviews

Write a Review