Kenapa “Speaking“ sulit?? (Part 2)



Beberapa metode yang
bisa digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Banyak mendengarkan Bahasa Inggris itu sendiri. Kalian bisa memulai ini dengan cara mendengarkan music, menonton tv, film, atau kegiatan apapun yang terkait dengan kesukaan misalnya bagi pecinta bola bisa menonton pertandingan bola yang menggunakan Bahasa Inggris, pecinta binatang bisa menonton TV Channel yang menyediakan program tersebut, atau bagi yang suka masak bisa follow akun masak yang berasal dari Negara yang berbahasa Inggris.
  2. Download aplikasi kamus online/offline di hp kalian. Ada banyak sekali kamus yang tersedia di app store kalian kan? Coba dech cari dan install salah satu kamus online/offline yang mendapatkan review bagus dari pengguna. Then, jika ada kata-kata baru yang kalian bingung untuk mengucapkannya dengan benar, tinggal buka hp dech. Sekarang urusan apapun bisa ko’ diselesaikan diujung jari kalian asal ada kemauan ya.
  3. Yang ketiga, ucapkanlah kata-kata yang baru kalian ketahui pengucapannya berkali-kali. Contoh: kata ‘House’ dalam pelafalan Bahasa Indonesia kita ucapkan ‘haus’ dan ucapkan berkali-kali sampai kalian ingat betul bagaimana cara menyebutkannya dan jangan berhenti sampai bisa. Walaupun kedengaran agak aneh ketika harus mengulang-ngulang pelafalan, namun jangan salah, cara ini sangat manjur untuk membuat kalian selalu ingat lho. Jadi berlatihlah untuk mengucapkan, tapi tidak harus ketika sedang di keramaian ya. Mungkin ada baiknya berlatih sendiri di kamar sebelum tidur atau ketika bangun tidur.  

Jadi tunggu apa lagi? Bukankah kita bisa karena terbiasa? Jika sudah biasa mendengarkan cas cis cus
yang berbahasa Inggris, nanti cepat atau lambat pasti kalian juga bisa ya. Never give up!



3) Rendahnya motivasi dan rasa percaya diri.


Nah masalah yang ketiga ini tidak bisa dupungkiri telah menjadi masalah yang cukup umum dihadapi
sebagian besar ‘English learners’ yaitu rendahnya motivasi dan rasa percaya diri. Sebagai contoh nich, tentu kalian sering mendengar teman atau rekan kerja yang berkata, “ah malas pake Bahasa Inggris, takut salah nanti diketawain.” Atau “ah malas belajar Bahasa Inggris, ribet mana susah lagi.” Padahal gak bisa dipungkiri ‘English’ ini sudah menjadi salah satu bahasa yang sering ko’ kita dengar sehari-hari baik dari media massa terlebih lagi dari sosia media. Tapi, kemana kita masih malas ya untuk mempelejari Bahasa International ini?


Sebagai informasi ya, secara umum para ahli bahasa membagi motivasi menjadi dua bagian yaitu

“Intrinsic Motivation” dan “Extrinsic Motivation”. Motivasi yang pertama yaitu “Intrinsic Motivation” berarti sesuatu yang berasal dari ‘dalam diri’ yang mendorong kita untuk mencapai kesuksesan atau keberhasilan .Sedangkan motivasi yang kedua yaitu Extrinsic Motivation” berarti sesuatu yang berasal dari ‘luar diri’ biasanya berupa imbalan misalnya hadiah dan nilai yang dirasa bisa menjadi pendorong dan penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi belajar. Sekarang pertanyaannya kalian team mana? Intrinsic atau Extrinsic? Dan menurut kalian yang mana yang lebih baik motivasi yang berasal dari dalam atau dari luar?



Menurut admin sich kedua bentuk motivasi diatas tentu saja keduanya baik dan sama-sama diperlukan ketika belajar Bahasa Inggris. Berikut tips sederhana agar kalian selalu semangat belajar. Yang paling mendasar adalah  ketika motivasi dari dalam bisa  kalian tanamkam dengan cara mencari tau apa manfaat serta keuntungan yang kalian dapat ketika menguasai Bahasa Inggris itu sendiri. Misalnya bisa mencari banyak teman diluar negeri, bisa menjadi nilai plus ketika melamar pekerjaan, mendapat lebih banyak informasi dari luar contohnya buku, majalah, artikel, berita, dan banyak lagi yang mungkin tidak bisa kita dapatkan ketika kita hanya bisa menguasai Bahasa Indonesia. Jadi bukan hanya perkara ingin terdengar gaul atau keren ya.

Sedangkan motivasi yang berasal dari luar bisa juga harus selalu dipupuk agar semangat ini terus menyala. Contoh sederhananya, ketika sudah bisa menghafal sepuluh kosakata baru seperti diatas, kalian boleh memberi reward diri sendiri mungkin dengan beli makanan kesukaan atau nonton film, ataupun sekedar jalan-jalan disekitar tempat tinggal. Begitu juga jika capaian kalian lebih besar contohnya bisa menyelesaikan pidato dengan baik di kelas, bisa menyelesaikan satu cerita di kelas, dsb, boleh dong memberikan reward yang lebih besar seperti membeli buku atau komik favorit tapi pastikan semuanya bersifat positif ya. Nah hal-hal seperti ini bisa kalian terapkan untuk memompa motivasi untuk terus semangat belajar. Jangan lupa ya “Practice makes perfect” dan hal yang besar sebenarnya dimulai dari hal-hal yang kecil namun terus menerus dilakukan atau bahasa lainnya “Be consistent and persistent!” jadi terus semangat belajar dan berlatih ya! Bersambung ke Part 3.