IELTS SPEAKING

TENTANG SPEAKING IELTS

Selamat malam sobat, jumpa lagi dengan kak Ross. Kali ini akan kita bahas sedikit tentang IELTS Speaking Section. Bagi yang belum pernah tes, perlu diketahui bahwa durasi Speaking Section ini berkisar antara 11-14 menit. Waktu itu terlihat sangat sebentar untuk sebuah tes sekelas IELTS. Namun demikian, waktu yang hanya 14 menit ini akan terasa lama dan menyiksa bagi mereka yang belum terbiasa speech in English dan masih sering mengalami painful silence. Maka dari itu, baiklah kita persiapkan diri sejak dini sebelum mengikuti real tes.
Sedang di official website test holder sendiri, IELTS speaking baiknya mengikuti guideline dibawah ini. Namun demikian, guideline ini sifatnya sangat general dan bagi sobat yang baru pertama kali berkenalan dengan IELTS mungkin akan sedikit bertanya-tanya inti dari guideline ini sendiri. Disini kakRoss akan memakai guideline asli dengan sedikit penjelasan yang berdasar pada pengalaman mengajar selama ini.


IELTS SPEAKING GUIDELINES

Make the most of your Speaking test


Maksud dari poin ini adalah sobat semua harus tetap take speaking seriosly meski ini adalah tes terakhir dan tenaga sobat mungkin sudah terkuras di 3 section sebelumnya. Speaking ini memang lebih casual dan alokasi waktunya tidak begitu banyak. Namun jika sobat mendapatkan band 5.5 di speaking pada akhirnya akan menurunkan overall band yang ada. Speaking sendiri tidak hanya sekedar bicara. Speech content sobat harus bagus, ide tersusun dengan logis dan tiap ide harus relevan. Jangan sampai jawaban sobat sama sekali tidak menjawab pertanyaan interviewer. Pembicaraan juga akan sedikit lebih argumentative di part ketiga (discussion) sehingga part ini bisa diibaratkan sebagai writing task 2 sobat versi lisan. Berikanlah argumen yang baik beserta alasan dan contoh. Dan buat speech sobat terstruktur. Jangan bicara out of no where yang tidak relevan dengan pertanyaan atau topik pembicaraan.


Try to Talk as much as You Can, Talk as Fluently as Possible and Be Spontaneous


Kalau kak Ross sendiri lebih sering menyebutnya dengan natural speech. Berbicara lah secara natural dan tidak usah dibuat-buat. Berbicaralah dengan selayaknya di pembicaraan sehari-hari, namun jangan lupa untuk membatasi diri pada percakapan formal terutama di Academic Module. Jangan terlalu lama berpikir dan jangan terlalu lama pause atau berkata eee…atau weeellll, dst. Take some time to think of the best answer and spit it out once you got it well arranged. Do not hold your tongue only for accent, pronounciation, grammar and everything. You can evaluate your speech kok guys.


Relax, Be Confident and Enjoy Using Your English


Poin sebenarnya hampir sama dengan poin kedua. Jangan berbicara yang terlalu tinggi atau terlalu technical, tapi usahakan juga untuk tetap menjaga kualitas konten pembicaraan sobat semua. Speaking disini tidak hanya soal grammar, vocabulary, pronounciation, dst tapi juga mencakup aspek lain seperti kemampuan menyusun ide, menyampaikan pendapat, termasuk juga eye contact dan body language. So, relax.



Develop Your Answers, Speak More than The Examiner



Jangan pernah memberikan jawaban yang terlalu pendek apalagi hanya menjawab yes, no, yes I do, I don’t know, dsb. Skor anda akan sangat rendah. Berbicaralah dengan porsi bicara yang cukup untuk menjawab pertanyaan dan mengungkapkan pendapat sobat semua. Anda tidak harus setuju dengan interviewer dan menjawab iya. It’s okay
to say no or to disagree with them but make sure you give clear reason. Ada setidaknya tiga hal yang harus anda berikan ketika menjawab pertanyaan:
1. Jawaban dari pertanyaan tersebut
2. Alasan
3. Contoh (jika memungkinkan)
Jangan pula memberikan pendapat yang ber-sense negatif tanpa penjelasan lebih lanjut seperti “I don’t like flowers because it’s too girly”. Jawaban ini terlalu personal dan anda mungkin harus memberikan balanced argument misalnya:
“I don’t like flowers because I still can’t find a way to appreciate the beauty” (answer with more positive sense)
“Some people like flowers. I guess, because they have a good sense of beauty and flowers are the best means of expressing that kind of feeling” (answer with balanced argument quoting others’ point of view)

Ask for Clarification if Necessary 

Di IELTS speaking test, anda tidak hanya diuji dalam hal berbicara namun juga diuji pemahaman anda terhadap pertanyaan interviewer dan topik yang sedang dibicarakan. Disini, kita harus kembali ke rule awal yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa you need to be a good listener to be a good speaker. So, setiap sobat kurang mengerti apa yang dikatakan atau dimaksud oleh examiner, mintalah klarifikasi. Jangan ragu bertanya. Namun juga jangan terlalu sering bertanya karena ini mengindikasikan kalau sobat tidak menguasai materi pembicaraan. Be moderate, guys.

Do not Learn Prepared Answers; The Examiner Is Trained to Spot This and Will Change the Question



Kak Ross selalu menyarankan murid kak Ross untuk melihat contoh speech terbaik, namun jangan pernah sekali-kali mencoba meng-copycat speech mereka. Feel free to explore your ideas karena itu lebih baik. Di speaking juga sepertinya juga penting nilai creativity, karena menurut ilmu linguistics sendiri language creativity itu lah yang membuat bahasa manusia menjadi istimewa. So be creative and explore your ideas better. Meng-eksplor ide di speaking hampir sama seperti ketika anda brain storming atau membuat peta konsep di writing. Bedanya adalah, di speaking sobat akan melakukannya secara lebih spontan.



Express Your Opinions; You Will Be Assessed on Your Ability to Communicate

As I said before, kemampuan komunikasi adalah yang paling penting. So be communicative. Meski sobat hafal semua kata Bahasa Inggris, mengerti semua aturan di grammar, dan memiliki pronounciation seperti native speaker, tetap akan kurang jika sobat tidak komunikatif dalam penyampaian speech. Speaking isn’t just about talking. Put that in mind.


The Examiner’s Questions Tend to Be Fairly Predictable; Practise at Home and Record Yourself

In most cases, topik di speaking akan sangat tipikal. Sobat bisa berlatih sendiri di rumah. Bisa berlatih sendiri dengan merekam suara sobat atau berlatih percakapan dengan teman yang juga jago Bahasa Inggris. Dan yang pasti, sobat juga tetap harus pantau posting di britamerica karena akan banyak hal mengenai IELTS yang mungkin tidak akan sobat dapat dari buku atau dari IELTS course.



-Ross

0 Reviews

Write a Review