English Sentence



She beautiful
Kumpulan kata di atas jelas tersusun dari 2 kata serta memiliki makna yang jelas, “Dia cantik.” Akan tetapi, kumpulan kata itu tidak berpola S-V. Kumpulan kata ini memiliki subject “She” tapi tidak memiliki verb. Beautiful merupakan adjective atau kata sifat yang seharusnya berfungsi sebagai complement atau pelengkap. Jadi, kumpulan kata ini bukanlah sebuah kalimat karena tidak memiliki verb. Untuk merubahnya menjadi kalimat, maka harus ditambahkan kata kerja. Kata kerja yang cocok untuk menghubungkan subject dan adjective adalah auxiliary verb “To Be” atau “Lingking Verb” (penjelasan lebih detail akan menyusul). Contoh, She is beautiful atau She looks beautiful.




When he came to me
Kumpulan kata di atas terdiri dari beberapa kata dan berpola S-V. Subjectnya adalah “he”, sedangkan verbnya adalah “came”. Akan tetapi, kumpulan kata ini memiliki makna yang gantung. Kenapa? Coba bayangkan di saat kamu lagi bengong, tiba-tiba seorang teman datang dan langsung mengatakan “Ketika dia datang padaku” dan tidak melanjutkan kalimatnya. Apa yang ada di benakmu saat itu? Pasti bingung dan tambah bengong kan? Emangnya ketika dia datang apa yang terjadi? Kumpulan kata ini membingungkan karena tidak memiliki makna yang sempurna. Kumpulan kata ini disebut sebagai anak kalimat atau sub-clause (pembahasan tentang main dan sub-clause akan dibahas pada konten selanjutnya). Anak kalimat tidak memiliki makna yang jelas kecuali digabungkan dengan induk kalimat. Jadi, untuk membuat makna yang sempurna, maka kita harus menambahkan main clause pada anak kalimat di atas. Contoh, I was asleep when he came to me atau When he came to me, I was asleep. Penggabungan anak kalimat dengan induk kalimat akan membentuk complex sentence atau kalimat majemuk bertingkat.




Go!
Pasti ada yang langsung mengira bahwa kata di atas bukanlah sebuah kalimat karena tidak mengandung subject dan hanya memiliki satu kata. Am I right? Well, ini merupakan sebuah kalimat, lebih tepatnya kalimat perintah atau imperative sentence. Kalimat perintah dimulai dengan bare infinite atau kata kerja dasar. Ingat, meskipun langsung dimulai dengan kata kerja tapi bukan berarti kalimat perintah tidak memiliki subject. Objek yang dikenakan perintah merupakan subject pada imperative sentence, yaitu “You”. Hanya saja subjectnya tidak ditulis atau diucapakan (tersembunyi). Jadi, bentuk dasar kalimat di atas adalah You go! Jelas ada subject dan verbnya, serta maknanya jelas.




I love English.
Kumpulan kata di atas jelas merupakan sebuah kalimat karena terdiri dari beberapa kata, memiliki makna yang jelas, serta berpola S-V (I – love).




The soup tastes delicious.
Kumpulan kata di atas juga merupakan sebuah kalimat karena terdiri dari beberapa kata, memiliki makna yang jelas, serta berpola S-V (The soup – tastes).



Ingat!! Meskipun S-V merupakan pola dasar sebuah kalimat, beberapa kalimat justru akan salah jika tidak memiliki pelengkap atau complement. Ketika kita menggunakan kata kerja transitif (verb yang membutuhkan objek) makanya kita harus mencantumkan objek sebagai complementnya. Contoh, I buy. Kalimat ini salah meskipun sudah memenuhi 3 unsur kalimat di atas karena verb “buy” merupakan transitive verb yang mengharuskan adanya object. Kalimat yang benar adalah I buy a book.


Bagaimana? Sampai di sini mengerti? Mudahan mengerti ya dan jangan lupa terus berlatih. Jika ada pertanyaan mohon dikomen di bawah ini ya!



Sebelum kita mendalami atau mempelajari Bahasa Inggris secara mendalam, hal paling penting yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah SENTENCE atau kalimat. Kenapa sentence penting? Everything that we listen, speak, read, and write is all about sentence. Jadi, dengan memahami apa itu sentence akan sangat membantu kita dalam mempelajari materi Bahasa Inggris secara intensif.

Well, kembali ke topik utama, What is a sentence?
Coba perhatikan contoh di bawah ini dan tentukan yang mana merupakan sentence.
  • She beautiful.
  • When he came to me.
  • Go!
  • I love English.
  • The soup tastes delicious.

Sentence setidaknya harus memenuhi 3 unsur yaitu:
  1. Terdiri dari beberapa kata,
  2. Memiliki makna yang lengkap / jelas / utuh, serta
  3. Memiliki pola Subject-Verb (S-V)

So, diantara 5 kalimat di atas, yang manakah mengandung 3 unsur tersebut? Okay, mari kita bahas satu-persatu.


She beautiful
Kumpulan kata di atas jelas tersusun dari 2 kata serta memiliki makna yang jelas, “Dia cantik.” Akan tetapi, kumpulan kata itu tidak berpola S-V. Kumpulan kata ini memiliki subject “She” tapi tidak memiliki verb. Beautiful merupakan adjective atau kata sifat yang seharusnya berfungsi sebagai complement atau pelengkap. Jadi, kumpulan kata ini bukanlah sebuah kalimat karena tidak memiliki verb. Untuk merubahnya menjadi kalimat, maka harus ditambahkan kata kerja. Kata kerja yang cocok untuk menghubungkan subject dan adjective adalah auxiliary verb “To Be” atau “Lingking Verb” (penjelasan lebih detail akan menyusul). Contoh, She is beautiful atau She looks beautiful.




When he came to me
Kumpulan kata di atas terdiri dari beberapa kata dan berpola S-V. Subjectnya adalah “he”, sedangkan verbnya adalah “came”. Akan tetapi, kumpulan kata ini memiliki makna yang gantung. Kenapa? Coba bayangkan di saat kamu lagi bengong, tiba-tiba seorang teman datang dan langsung mengatakan “Ketika dia datang padaku” dan tidak melanjutkan kalimatnya. Apa yang ada di benakmu saat itu? Pasti bingung dan tambah bengong kan? Emangnya ketika dia datang apa yang terjadi? Kumpulan kata ini membingungkan karena tidak memiliki makna yang sempurna. Kumpulan kata ini disebut sebagai anak kalimat atau sub-clause (pembahasan tentang main dan sub-clause akan dibahas pada konten selanjutnya). Anak kalimat tidak memiliki makna yang jelas kecuali digabungkan dengan induk kalimat. Jadi, untuk membuat makna yang sempurna, maka kita harus menambahkan main clause pada anak kalimat di atas. Contoh, I was asleep when he came to me atau When he came to me, I was asleep. Penggabungan anak kalimat dengan induk kalimat akan membentuk complex sentence atau kalimat majemuk bertingkat.




Go!
Pasti ada yang langsung mengira bahwa kata di atas bukanlah sebuah kalimat karena tidak mengandung subject dan hanya memiliki satu kata. Am I right? Well, ini merupakan sebuah kalimat, lebih tepatnya kalimat perintah atau imperative sentence. Kalimat perintah dimulai dengan bare infinite atau kata kerja dasar. Ingat, meskipun langsung dimulai dengan kata kerja tapi bukan berarti kalimat perintah tidak memiliki subject. Objek yang dikenakan perintah merupakan subject pada imperative sentence, yaitu “You”. Hanya saja subjectnya tidak ditulis atau diucapakan (tersembunyi). Jadi, bentuk dasar kalimat di atas adalah You go! Jelas ada subject dan verbnya, serta maknanya jelas.




I love English.
Kumpulan kata di atas jelas merupakan sebuah kalimat karena terdiri dari beberapa kata, memiliki makna yang jelas, serta berpola S-V (I – love).




The soup tastes delicious.
Kumpulan kata di atas juga merupakan sebuah kalimat karena terdiri dari beberapa kata, memiliki makna yang jelas, serta berpola S-V (The soup – tastes).



Ingat!! Meskipun S-V merupakan pola dasar sebuah kalimat, beberapa kalimat justru akan salah jika tidak memiliki pelengkap atau complement. Ketika kita menggunakan kata kerja transitif (verb yang membutuhkan objek) makanya kita harus mencantumkan objek sebagai complementnya. Contoh, I buy. Kalimat ini salah meskipun sudah memenuhi 3 unsur kalimat di atas karena verb “buy” merupakan transitive verb yang mengharuskan adanya object. Kalimat yang benar adalah I buy a book.


Bagaimana? Sampai di sini mengerti? Mudahan mengerti ya dan jangan lupa terus berlatih. Jika ada pertanyaan mohon dikomen di bawah ini ya!

0 Reviews

Write a Review