Elliptical Sentence / Kalimat Elipsis

Image result for i love you, too.
Apa yang dimaksud Elliptical Sentence? Elliptical sentence adalah penggabungan dua kalimat tanpa mengubah arti. Kalimat yang digabungkan memiliki predikat atau kata kerja yang sama namun berbeda subjek. Eliptical sentence bertujuan untuk menghindari terjadinya pengulangan kata tanpa merubah makna. Ada beberapa pola yang dapat kita gunakan dalam membentuk elliptical sentence, antara lain:
I.          Too and Either
Too digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif yang memiliki subjek berbeda tapi menggunakan kata kerja yang sama, sedangkan either digunakan untuk menggabungkan dua kalimat negative yang berbeda subjeknya namun memiliki kata kerja yang sama. Adapun pola kalimatnya adalah sebagai berikut:

Too
Kalimat utama, (and) subjek + aux. verb, too.
Either
Kalimat utama, (and) subjek+aux.verb+not, either.
Perhatikan contoh elliptical sentence dibawah ini!
          I like a cat. Riri likes a cat.
Saya suka kucing. Riri suka kucing.
I like a cat, and Riri does, too.
Saya suka kucing, Riri juga.
I like a cat, she does, too.
Saya suka kucing, dia juga.
          We went to school on foot. They went to school on foot.
Kita ke sekolah jalan kaki. Mereka ke sekolah jalan kaki.
We went to school on foot, and they did, too.
Kami ke sekolah jalan kaki, dan mereka juga.
We went to school on foot, they did, too.
Kami ke sekolah jalan kaki,mereka juga.
          I am an employee at the office. He is an employee at the office.
Saya seorang pegawai di kantor itu. Dia seorang pegawai di kantor itu.
I am an employee at the office, and he is, too.
Saya seorang pegawai di kantor itu, dan dia juga.
I am an employee at the office, he is, too.
Saya seorang pegawai di kantor itu, dia juga.
  
          Ali disagrees with the plan. We disagree with the plan.
Ali tidak setuju dengan rencana itu. Kami tidak setuju dengan rencana.
Ali disagrees with the plan, and we didn’t, either.
Ali tidak setuju dengan rencana itu, dan kami juga tidak.
Ali disagrees with the plan, we didn’t, either.
Ali tidak setuju dengan rencana itu,kami juga tidak.
          I will not go to Jakarta. They will not go to Jakarta.
Saya tidak akan ke Jakarta. Mereka tidak akan ke Jakarta.
I will not go to Jakarta, and they won’t, either.
Saya tidak akan ke Jakarta, dan mereka juga tidak.
I will not go to Jakarta, they won’t, either.
Saya tidak akan ke Jakarta, mereka juga tidak.
          Bryan did not read a book. Sheila didn’t read a book.
Bryan tidak membaca sebuah buku. Sheila tidak membaca sebuah buku.
Bryan did not read a book, and Sheila didn’t, either.
Bryan tidak membaca sebuah buku, dan Sheila juga tidak.
Bryan did not read a book, Sheila didn’t, either.
Bryan tidak membaca sebuah buku,Sheila juga tidak.
Ketika menggabungkan dua kalimat negative menggunakan either, maka kalimat negative auxiliary verbnya harus disingkat seperti didn’t, isn’t, aren’t, doesn’t, don’t, won’t etc. sedangkan penggunaan ‘and’ hanya merupakan pilihan. Elliptical sentence dapat menggunakan ‘and’ maupun tanpa ‘and’.

II.        So and Neither/Nor
Untuk menggabungkan dua kalimat yang memiliki kata kerja yang sama namun subjeknya berbeda juga dapat menggunakan ‘so’ dan ‘neither/nor’. ‘So’ digunakan untuk menggabungkan dua kalimat positif, sedangkan ‘neither/nor’ digunakan untuk menggabungkan dua kalimat negative. Adapun polanya adalah sebagai berikut:

So
Kalimat utama, (and) so + aux.verb + subjek.
Neither/Nor
Kalimat utama, (and) neither/nor+aux.verb+Subjek.
Perhatikan contoh dibawah ini!
          I like a cat. Rini likes a cat.
Saya suka kucing, Rini suka kucing.
I like a cat, and so does she.
Saya suka kucing, Rini juga.
          We went to school on foot. They went to school on foot.
Kami ke sekolah jalan kaki. Mereka ke sekolah jalan kaki.
We went to school on food, and so did they.
Kami ke sekolah jalan kaki, dan mereka juga.
          I am an employee at the office. He is an employee at the office.
Saya seorang pegawai di kantor itu. Dia seorang pegawai di kantor itu.
I am an employee at the office, and so is he.
Saya seorang pegawai di kantor itu, dan dia juga.
          Ali disagrees with the plan. We disagree with the plan.
Ali tidak setuju dengan rencana itu. Kami tidak setuju dengan rencana itu.
Ali disagrees with the plan, and neither did we.
Ali tidak setuju dengan rencana itu, dan kami juga tidak.
Ali disagree with the plan, and nor did we.
Ali tidak setuju dengan rencana itu, kami juga tidak.
          I will not go to Jakarta. They will not go to Jakarta.
Saya akan pergi ke Jakarta, Mereka tidak akan pergi ke Jakarta.
I will not go to Jakarta, and neither will they.
Saya akan pergi ke Jakarta, dan mereka juga tidak.
I will not go to Jakarta, and nor will they.
Saya akan pergi ke Jakarta, tidak juga dengan mereka.
          Bryan did not read a book. Sheila did not read a book.
Bryan tidak membaca sebuah buku. Sheila tidak membaca sebuah buku.
Bryan did not read a book, and neither did Sheila.
Bryan tidak membaca sebuah buku, dan Sheila juga tidak.
Byan did not read a book, and nor did she.
Bryan tidak membaca sebuah buku, dan tidak juga dengannya.

Ketika menggabungkan dua kalimat negative menggunakan pola ‘neither’ atau ‘nor’, maka auxiliary elliptical sentencenya harus dalam bentuk positif karena pada kata ‘neither/nor’ sudah mengandung makna negative. Neither merupakan singkatan dari ‘not either’, sedangkan nor merupakan singkatan dari ‘not or’. Jika subjeknya telah diketahui dengan jelas oleh pembicara, maka cukup menggunakan pronoun saja tanpa perlu menyebutkan nama asli dari subjek tersebut.
III.     Either…or…. dan Neither …nor…
Kita juga dapat menggunakan ‘either…or…’ untuk menggabungkan dua kalimat positif yang memiliki kata kerja yang sama meskipun subjeknya berbeda, sedangkan kita menggunakan pola ‘neither…nor…’ untuk menggabungkan dua kalimat negative. Adapun polanya adalah sebagai berikut:

Either…or….
Either + subjek 1 + or + subject 2 + V…
Neither…nor…
Neither + Subjek 1 + nor + subjek 2 + V
Contoh:
          I like a cat. Rini likes a cat.
Saya suka suka kucing. Rini suka kucing.
Either I or Rini likes a cat.
Saya maupun Rini suka kucing.
Either Rini or I like a cat.
Rini maupun aku suka kucing.
          We went to school on foot. They went to school on foot.
Kami ke sekolah jalan kaki. Mereka ke sekolah jalan kaki.
Either we or they went to school on foot.
Baik kami ataupun mereka ke sekolah dengan berjalan kaki.
Either they or we went to school on foot.
Baik mereka ataupun kami ke sekolah dengan berjalan kaki.
          I am an employee at the office. He is an employee at the office.
Saya pegawai di kantor itu. Dia pegawai di kantor itu.
Either I or He is an employee at the office.
Baik saya ataupun dia adalah pegawai di kantor itu.
Either he or I am an employee at the office.
Baik dia ataupun saya adalah pegawai di kantor itu.
          Ali disagrees with the plan. We disagree with the plan.
Ali tidak setuju dengan rencana itu. Kami tidak setuju dengan rencana itu.
Neither Ali nor we agree with the plan.
Baik Ali ataupun kami tidak setuju dengan rencana itu.
Neither we nor Ali agrees with the plan.
Baik kami atau Ali tidak setju dengan rencana itu.
          I will not go to Jakarta. They will not go to Jakarta.
Saya tidak ke Jakarta. Mereka tidak ke Jakarta.
Neither I nor they will go to Jakarta.
Baik saya ataupun mereka tidak akan pergi keJakarta.
Neither they nor I will go to Jakarta.
Baik  saya ataupun mereka tidak akan pergi ke Jakarta.
          Bryan did not read a book. Sheila did not read a book.
Bryan tidak membaca sebuah buku. Sheila tidak membaca sebuah buku.
Neither Bryan nor Sheila reads a book.
Baik Bryan ataupun Sheila tidak membaca sebuah buku.
Neither Sheila nor Bryan reads a book.
Baik  Sheila ataupun Bryan tidak membaca buku.

Ketika menggunakan ‘neither…nor..’ kata kerja yang negative berubah menjadi positif karena kata ‘neither…nor..’ sudah mengandung makna negative. Adapun bentuk kata kerjanya disesuaikan dengan subjek terdekat, yaitu subjek setelah kata ‘or’ atau ‘nor’. Bila subjek setelah kata ‘or’ atau ‘nor’ adalah tunggal, maka kata kerjanya juga harus tunggal, namun jika subjeknya jamak, maka kata kerjanya juga harus jamak.

IV.     Both…and…
‘both…and…’ digunakan untuk menggabungkan dua kalimat negative atau dua kalimat positif. Kata kerja yang digunakan haruslah kata kerja jamak. Pola kalimatnya adalah sebagai berikut: 
Both…and….
Both + subjek 1 + and + subjek 2 + V


Contoh:
          I like a cat. Rini likes a cat.
Saya suka kucing. Rini suka kucing.
Both I and Rini like a cat.
Saya dan Rini sama-sama suka kucing.
&nbsp
;        
We went to school on foot. They went to school on foot.
Kami ke sekolah jalan kaki. Mereka ke sekolah jalan kaki.
Both we and they went to school on foot.
Kami dan mereka sama-sama ke sekolah jalan kaki.
          I am an employee at the office. He is an employee at the office.
Saya seorang pegawai di kantor itu. Dia seorang pegawai di kantor itu.
Both I and he are employees at the office.
Saya dan dia sama-sama pegawai di kantor itu.
          Ali disagrees with the plan. We disagree with the plan.
Ali tidak setuju dengan rencana itu. Kami tidak setuju dengan rencana itu.
Both Ali and We disagree with the plan.
Ali dan kami sama-sama tidak setuju dengan rencana itu.
          I will not go to Jakarta. They will not go to Jakarta.
Saya tidak akan pergi ke Jakarta. Mereka tidak akan pergi ke Jakarta.
Both I and they will not go to Jakarta.
Saya dan mereka sama-sama tidak akan pergi ke Jakarta.
          Bryan did not read a book. Sheila did not read a book.
Bryan tidak membaca buku. Sheila tidak membaca buku.
Both Bryan and Sheila didn’t read a book.
Bryan dan Sheila sama-sama tidak membaca buku.
V.       But
‘but’ digunakan untuk menggabungkan dua kalimat yang terdiri dari 1 kalimat positif dan 1 kalimat negative, tetapi kata kerjanya harus sama meskipun subjeknya berbeda. Adapun pola yang digunakan adalah sebagai berikut: 
But
Kalimat positif, but + subjek + aux. verb+not
Atau
Kalimat negative, but + subjek + aux. verb



Contoh:
          I like a cat. Rini dislikes a cat.
Saya suka kucing. Rini tidak suka kucing.           
I like a cat, but Rini doesn’t.
Saya suka kucing, tapi Rini tidak.
Rini doesn’t like a cat, but I do.
Rini tidak suka kucing, tapi aku suka.
          We went to school on foot. They didn’t go to school on foot.
Kami pergi ke sekolah jalan kaki. Mereka tidak pergi sekolah jalan kaki.
We went to school on foot, but they didn’t.
Kami pergi sekolah jalan kaki, tapi mereka tidak.
They didn’t go to school on foot, but we did.
Mereka tidak pergi sekolah dengan berjalan kaki, tapi kami berjalan kaki.
          I am an employee at the office. He isn’t an employee at the office.
Saya pegawai di kantor itu. Dia bukan pegawai di kantor itu.
I am an employee at the office, but he isn’t.
Saya pegawai di kantor itu, tapi dia bukan.
He is not an employee at the office, but I am.
Dia bukan pegawai di kantor itu, tapi saya iya.
          Ali disagrees with the plan. We agree with the plan
Ali tidak setuju dengan rencana itu. Kami setuju dengan rencana itu.
Ali disagrees with the plan, but we do.
Ali tidak setuju dengan rencana itu, tapi kami setuju.
We agree with the plan, but Ali doesn’t.
Kami setuju dengan rencana itu, tapi Ali tidak.
          I will not go to Jakarta. They will go to Jakarta.
Saya tidak akan pergi ke Jakarta. Mereka akan pergi ke Jakarta.
I will not go to Jakarta, but they will.
Saya tidak akan pergi ke Jakarta, tapi mereka akan pergi.
They will go to Jakarta, but I won’t.
Mereka akan pergi ke Jakarta, tapi saya tidak.
          Bryan did not read a book. Sheila read a book.
Bryan tidak membaca sebuah buku. Sheila membaca sebuah buku.
Bryan didn’t read a book, but Sheila did.
Bryan tidak membaca sebuah buku, tapi Sheila membaca.
Sheila read a book, but Bryan didn’t.
Sheila membaca sebuah buku, tapi Bryan tidak.

0 Reviews

Write a Review