Conditional Sentence and Subjunctive

Kalimat Penggandaian

Image result for conditional sentence

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terkadang berandai-andai akan suatu hal. Apa yang kita andaikan itu adalah sesuatu yang bisa terwujud atau bahkan mustahil terlaksana. Dalam bahasa Inggris, pengandaian seperti ini memiliki polanya masing-masing. Berikut pembahasan lengkapnya:
I.          Conditional sentence
Dalam conditional sentence, connector atau coordinate conjunction yang kita gunakan adalah ‘If’ yang berarti ‘jika’. Oleh karena itu, conditional sentence yang menggunakan ‘if’ juga sering disebut ‘If Conditional’. Selain ‘if’ kita juga bisa menggunakan on condition that/ provided that yang memiliki arti yang sama dengan ‘if’ atau unless yang berarti kecuali.
Ada 3 tipe conditional sentence, yaitu:
a.       Type I
Type I digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang bisa saja terjadi jika syaratnya terpenuhi. ‘If clause’ merupakan syarat yang jika ia terpenuhi atau terjadi, maka konsekuensinya juga akan terjadi, begitupun sebaliknya. Type I mengandaikan sesuatu yang terjadi sekarang atau di masa akan datang. Pola kalimatnya adalah sebagai berikut:
If + subject + V1/ V1+s/es/is/am/are +…, subject + will + V1 + ….
Atau
Subject + will + V1 + …. + if + subject + V1/ V1+s/es/is/am/are + …
Contoh:
          If you steal my money, I will report you to police.
‘If you steal my money’ merupakan syarat, dan konsekuensinya adalah ‘I will report you to police’. Artinya jika kamu mencuri uangku, maka saya akan melaporkan mu ke polisi. Namun, jika kamu tidak mencuri uangku, maka saya tidak akan melaporkanmu ke polisi.
Berikut contoh lainnya:
          If she is hungry, she will find food by herself.
Jika dia lapar, dia akan cari makanan sendiri.
          I will meet him in Jakarta on Wednesday if he departs now.
Saya akan bertemu dengannya di Jakarta hari Rabu jika dia berangkat sekarang.
          They will convince their leader to agree your project if you ask them to do so.
Mereka akan meyakinkan pemimpin mereka untuk menyetujui proyek mu jika kamu meminta mereka melakukannya.
          I will marry her if he doesn’t.
Saya akan menikahinya jika dia tidak menikahinya.
Selain ‘will’ kita juga dapat menggunakan modal auxiliary lainnya seperti can, should, must, shall, may etc.
          If I go to Balikpapan this weekend, you may use my motorcycle.
Jika aku ke Balikpapan akhir minggu ini, kamu boleh pakai motorku.
          If she looks so pale, she must be hungry.
Jika dia terlihat pucat, dia pasti lapar.
          If she should join us to the city, you should do so.
Jika dia harus bergabung dengan kita ke kota, kamu juga harus demikian.
Jika kata kerja if clausenya adalah should, maka ‘if’ bisa dihilangkan dan ‘should’ harus diletakkan sebelum subjek. Kalimat ini disebut inverted sentence (kalimat inverse).
Contohnya:
          If everyone should enter the room now, please open the door.
Jika setiap orang harus masuk ruangan sekarang, silakan buka pintu.
Should everyone enter the room now, please open the door.
Jika setiap orang harus masuk ruangan sekarang, silakan buka pintu.
          If I should drive to the village, I will choose that car.
Jika saya harus mengemudi ke desa itu, saya akan memilih mobil itu.
Should I drive to the village, I will choose that car.
Jika saya harus mengemudi ke desa itu, saya akan memilih mobil itu.
b.      Type II
Type II digunakan untuk mengandaikan sesuatu yang sebenarnya mustahil terjadi karena syaratnya bertentangan dengan kenyataan yang ada. Jadi, sebenarnya conditional sentence tipe ini menyatakan sebuah harapan yang tidak dapat terpenuhi. Apa yang diandaikan adalah sesuatu yang terjadi sekarang atau nanti. Pola kalimatnya adalah sebagai berikut:
If + subject + V2/were +…, subject + would + V1 + ….
Atau
Subject + would + V1 + …. + if + subject + V2/ were + ….
Pada conditional sentence Type II, semua subjek menggunakan ‘were’ termasuk I, she, he, dan it.
Contoh:
          If I had much money, I would give it to you.
Pengandaian di atas mustahil terjadi karena sebenarnya saya tidak punya banyak uang, sehingga mustahil bagi saya memberikannya pada mu.
Berikut contoh lainnya:
          If I were you, I would follow my father to the United States.
Jika saya adalah kamu, saya akan ikut ayah saya ke Amerika.
          I would fly around the world if I were a bird.
Saya akan terbang keliling dunia jika saya seeokor burung.
          She would be your wife if you proposed her.
Dia akan menjadi istrimu jika kamu melamarnya.
Jika if clausenya menggunakan ‘were’ maka ‘if’ bisa dihilangkan dengan memindahkan ‘were’ sebelum subjek, seperti pada kalimat:
          If you were beautiful, I would marry you.
Jika kamu cantik, saya akan menikahimu.
Were you beautiful, I would marry you.
Jika kamu cantik, saya akan menikahimu.
          I would join the class if she were there.
Saya akan ikut di kelas itu  jika dia disana.
I would join the class were she there.
Saya akan ikut di kelas itu  jika dia disana.
c.       Type III
Conditional sentence Type III merupakan pengandaian yang mustahil terjadi karena apa yang diandaikan telah terjadi di waktu lampau sehingga mustahil untuk mengulanginya. Polanya adalah sebagai berikut:
If + subject + had + V3 +.. subject + would + have
+ V3 + ..
Atau
Subject + would + have + V3 + .. + if + subject + had + V3 + ..
Contoh:
          I would have met her tonight if I had arrived on time.
Aku telah bertemu dengannya jika aku tiba tepat waktu tadi malam.
          I should have married her if I had proposed her last year.
Aku seharusnya telah menikah dengannya jika aku melamarnya tahun lalu.
          If I had studied hard the day before the examination, I would have passed the subject.
Jika aku belajar giat sebelum ujian, aku sudah lulus pelajaran tersebut.
          If you had told me the news before, I must have fired him early.
Jika kamu memberi tauku berita itu sebelumnya, aku pasti telah memecatnya lebih awal.
Pada ‘if clause’ conditional sentence Type III, kita bisa menghilangkan ‘if’ dengan cara memindahkan ‘had’ sebelum subjek, seperti:
          If I had done my report last week, I would have submitted it.
Jika saya telah menyelesaikan laporan minggu lalu, saya telah mengumpulkannya.
Had I done my report last week, I would have submitted it.
Jika saya telah menyelesaikan laporan minggu lalu, saya telah mengumpulkannya.
          She would have finished reading the novel if she had borrowed it a week ago.
Dia telah  selesai membaca novel itu jika dia meminjamnya meminjamnya seminggu lalu.
She would have finished reading the novel had she borrowed it a week ago.
Dia telah selesai membaca novel itu jika dia meminjamnya seminggu lalu.
II.        Subjunctive
Kita juga dapat mengandaikan sesuatu tanpa menggunakan If Clause. Namun pengandaian seperti ini hanya dapat digunakan untuk Tipe II dan III saja. Pengandaian yang seperti ini disebut Subjunctive. Jadi, kalimat pengandaian ini merupakan pengandaian yang mustahil terjadi karena apa yang diandaikan bertentangan dengan kenyataan sekarang atau telah terjadi pada waktu lampau. Kata yang digunakan dalam subjunctive adalah if only (seandainya saja), wish (berharap), would rather (lebih suka) dan as if/as though (seolah-olah).
Subjunctive terdari dari 2 macam, yaitu:
a.       Tipe II
Pengandaian ini adalah pengandaian tentang kondisi atau kejadian yang terjadi sekarang. ‘Apa yang diandaikan mustahil terjadi karena bertentangan dengan kenyataan yang ada. Sama seperti conditional sentence Type II, ‘were’ digunakan untuk semua subjek. Berikut masing-masing polanya:
Ø  If only
If only + subject + V2 /were+…, subject + would + V1+…
Contoh:
   &nb
sp;     
If only it rained today, it would not be so hot like this.
Seandainya saja hari ini hujan, maka tidak akan sepanas ini cuacanya.
Kenyataanya hari ini tidak hujan, karenanya cuaca sangat panas.
          If only you were here, I would be very happy.
Seandainya saja kamu ada di sini, maka saya akan merasa sangat bahagia.
Kenyataannya kamu tidak ada di sini, jadi merasa sedih.
          If only I knew that it was you, I would stop and talk to you.
Andai saja saya tau bahwa itu kamu, pasti saya akan berhenti dan berbicara denganmu.
Kenyataannya saya tidak singgah dan berbicara denganmu karena saya tidak tahu bahwa itu kamu.
Ø  Wish
Subject + wish + subject + V2 / were+…
Atau
Subject + wish + subject + would + V1 +….
Contoh:
          I wish I could stand by you.
Saya berharap agar saya bisa tetap bersama mu.
Kenyataannya saya tidak bisa bersamamu lagi.
          She wishes her father didn’t come late.
Dia berharap ayahnya tidak datang terlambat.
Pada kenyataannya, ayahnya datang terlambat.
          We wish he weren’t fired.
Kami berharap dia tidak dipecat.
Namun pada kenyataannya dia dipecat.
          My mother wishes I passed the examination.
Ibuku berharap agar saya lulus ujian.
Kenyataannya adalah saya tidak lulus dalam ujian itu.
          I wish I could fly.
­Saya berharap saya bisa terbang.
Kenyataannya saya tidak bisa terbang karena saya tidak punya sayap.
Ø  Would rather
Subject + would rather + subject + V2/were +….
Atau
Subject + would rather + subject + would + V1 +…
Contoh:
          He would rather his mother weren’t here.
Dia lebih suka ibunya tidak di sini.
Kenyataannya, ibunya ada di sini sekarang.
          I would rather you joined the English class.
Saya lebih suka kamu mengikuti kelas bahasa Inggris itu.
Namun, kamu tidak mengikuti kelas bahasa Inggris itu.
          They would rather the manager would be changed.
Mereka lebih suka jika managernya diganti.
Kenyataanya adalah managernya tidak diganti.
  
Ø  As if / as though
Subject + V1/V1+s/es /is/am/are + … as if/as though + subject + V2 /were+ ….
Atau
Subject + V1/V1+s/es /is/am/are + … as if/as though + subject + would + V1 + ….
Contoh:
          She acts as if she were a manager.
Dia bertindak seolah-olah dia seorang manager.
Kenyataannya dia bukan manager.
          They play football as though they played at a stadium.
Mereka bermain sepakbola seolah-olah mereka bermain di stadion.
Namun, kenyataannya mereka tidak bermain di stadion.
          He speaks as if he would die soon.
Dia berbicara seakan-akan dia sudah mau mati.
Kenyataannya, dia belum akan meninggal.
b.      Tipe III
Past subjunctive adalah pengandaian yang mustahil terjadi karena apa yang diandaikan telah terjadi pada waktu lampau. Perhatikan pola subjunctive berikut ini:
Ø  If only

If only + subject + had + V3+…, subject + would + have + V3+…
Contoh:
          If only it had rained yesterday, it would not have been so hot.
Seandainya saja kemarin hujan, maka cuacanya tidak terlalu panas.
Kenyataanya kemarin tidak hujan, karenanya cuaca sangat panas.
          If only you had been here since last night, I would have been very happy.
Seandainya saja kamu sudah di sini sejak tadi malam, maka saya akan merasa sangat bahagia.
Kenyataannya kamu tidak ada di sini tadi malam, jadi saya merasa sedih.
Ø  Wish
Subject + wish + subject + had + V3+…
Atau
Subject + wish + subject + would + have + V3 +….
Contoh:
          I wish I could have stood by you .
Saya berharap sebelumnya saya bisa tetap bersama mu.
Kenyataannya saya tidak bisa bersama mu sebelumnya.
          She wished her father hadn’t come late this morning.
Dia berharap ayahnya tidak datang terlambat tadi pagi.
Pada kenyataannya, ayahnya datang terlambat tadi pagi.
          We wish he hadn’t been fired.
Kami berharap dia belum dipecat.
Namun pada kenyataannya telah dipecat.

Ø  Would rather
Subject + would rather + subject + had + V3 +….
Atau
Subject + would rather + subject + would + have + V3 +…
Contoh:
          He would rather his mother hadn’t been here last week.
Dia lebih suka ibunya tidak di sini minggu lalu.
Kenyataannya, ibunya ada di sini minggu lalu.
          I would rather you would have joined the English class.
Saya lebih suka jika kamu sudah mengikuti kelas bahasa Inggris itu.
Namun, kamu belum mengikuti kelas bahasa Inggris itu.
          They would rather the manager had been changed.
Mereka lebih suka jika managernya sudah diganti.
Kenyataanya adalah managernya belum diganti.

Ø  As if / as though
Subject + V2 + … as if/as though + subject + had + V3+ ….
Atau
Subject + V2 + … as if/as though + subject + would + have + V3 + ….
Contoh:
          Yesterday, he acted as if she had been a manager.
Dia bertindak seolah-olah dia seorang manager kemarin.
Kenyataannya kemarin dia bukan manager.
          They played football as though they had played at a stadium.
Mereka bermain sepakbola seolah-olah mereka bermain di stadion.
Namun, kenyataannya mereka tidak bermain di stadion.
          He spoke to me before as if he would have died.
Dia sebelumnya berbicara denganku seakan-akan dia akan segera meninggal.
Kenyataannya, dia belum meninggal pada saat itu.

0 Reviews

Write a Review